Perang Mematikan 12 Hari, Iran dan Israel Klaim Kemenangan

Ribuan warga Teheran menggelar demonstrasi mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) ke situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025). FOTO/REUTERS

oketrend.id, Teheran – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel mencapai kemenangan bersejarah dalam perang 12 hari dengan Iran yang juga diklaim Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

“Kami mencapai kemenangan bersejarah, dan kemenangan ini akan bertahan selama beberapa generasi,” kata Netanyahu dalam pernyataan pertamanya setelah gencatan senjata dengan Iran, Selasa (24/6), dikutip dari Al Jazeera.

Netanyahu mengklaim pasukannya telah menghancurkan fasilitas penting di Arak, Natanz, dan Isfahan. “Jika Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya, kami akan menghancurkannya,” ujarnya.

“Kami harus menyelesaikan misi melawan poros kejahatan Iran dengan mengembalikan tentara yang diculik dan menghancurkan Hamas di Jalur Gaza, Palestina” kata Netanyahu.

Sementara itu Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengklaim negaranya menang dalam perang 12 hari dengan negeri Zionis tersebut. “Iran tidak akan melanggar gencatan senjata, kecuali rezim Zionis melakukannya,” kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan, Selasa (24/6/2025), menurut Nour News, dikutip CNN.

“Teheran siap untuk berunding dan membela hak-hak rakyat Iran di meja perundingan,” imbuhnya. Wilayah udara Iran tetap ditutup hingga pukul 14.00 waktu setempat, Rabu (25/6/2025), meskipun gencatan senjata mulai berlaku dengan Israel.

Salah satu kawasan di Israel rusak parah seusai dirudal Iran. FOTO/REUTERS

“Menyusul perkembangan terakhir, wilayah udara negara itu akan tetap ditutup hingga pukul 2 siang pada Rabu untuk memastikan keamanan penumpang dan penerbangan,” demikian laporan kantor berita Iran, Mehr mengutip juru bicara kementerian transportasi Majid Akhavan

Iran dan Israel telah sepakat gencatan senjata setelah 12 hari terlibat perang sengit. Amerika Serikat juga ikut menyerang fasilitas nuklir Iran. Presiden AS Donald Trump mengultimatum Israel dan Iran karena dua negara yang bertikai itu dianggap melanggar gencatan senjata.

Trump marah-marah usai Kementerian Pertahanan Tel Aviv berniat melancarkan serangan ke Iran yang dituduh melanggar kesepakatan gencatan senjata.(Muh/*)

NiagaHoster