Informasi Jamaah Haji Aceh Satu Pintu, Dilarang Sebarkan Sendiri

Kepala Kakanwil Kemenag Aceh bersama petugas haji, Garuda dan Imigrasi menggelar konferensi pers di Asrama Haji, Banda Aceh, Jumat (16/5/2025) siang jelang sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

oketrend.id, Banda Aceh – Informasi tentang calon jamaah haji dan jamaah haji selama berada di Tanah Suci Mekkah dan tempat lainnya harus keluar dari satu pintu dan pihak lain dilarang menyebarkan sendiri.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Drs H Azhari MSi yang juga Kepala Kakanwil Kemenag Aceh saat konferensi pers di Asrama Haji Banda Aceh, Jumat (16/5/2025) siang jelang sore.

Dia menegaskan informasi apapun tentang haji ke publik harus melalui dirinya, sebagai Ketua PPIH Aceh. Disebutkan, informasi dari berbagai pihak penyelenggara haji selama di tanah suci harus dilaporkan kepada dirinya sebelum dilempar ke masyarakat.

Azhari mencontohkan, tentang kesehatan jamaah haji, maka akan ditanyakan kepada tim dokter, begitu juga tentang hal lainnya, sehingga semua informasi yang dikeluarkan ke publik tidak berbeda-beda. Dikatakan, seperti jamaah sakit di Tanah Suci, maka informasi dikeluarkan dari dirinya.

Dia berulangkali menyerukan hal tersebut kepada puluhan jurnalis media cetak, online dan elektronik yang hadir dalam konferensi pers tersebut dengan tujuan informasi yang didapat media akan seragam, termasuk saat di Banda Aceh.

Sebelumnya, Sekretaris PPIH Aceh, Afrijal menjelaskan tentang kedatangan calon jamaah haji (CJH) Aceh ke Asrama Haji dan keberangkatan ke Tanah Suci. Dia menyatakan ada tiga operator pesawat yang melayani jamaah haji Aceh yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Saudi Airlines.

Disebutkan, pelayanan yang diberikan kepada CJH Aceh berupa ‘One Top Service’,seperti konseling, pemeriksaan kesehatan, gelang, paspor dan visa. Disebutkan, sudah ada aplikasi ‘Munaqasah’ untuk jamaah, serta lansia dan penyandang disabilitas.

Afrizal menjelaskan kloter pertama masuk pada Sabtu (17/5/2025) pukul 08.00 WIB di Asrama Haji Banda Aceh. Dikatakan, selama berada di asrama, para CJH ini akan mendapat berbagai pelayanan selama masa Isoma yakni istirahat, sholat dan makan, sekitar pukul 12.00 WIB.

Ditambahkan, pada pukul 14.00 WIB dilakukan pelepasan oleh Gubernur atau Wakil Gubernur Aceh di Aula Jeddah dan jamaah harus melewati pintu XRay atau sinar X.

Kemudian, para CJH ini kembali Isoma sampai Minggu (18/5/2025) pukul 04.00 dini hari WIB untuk bersiap menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar yang dikawal mobil Patwal Polisi.

Selama perjalanan ke Bandara SIM selama 30 menit, para jamaah juga diberi snack atau makanan ringan, Sesampai di bandara, para jamaah harus menyelesaikan boarding sampai pesawat terbang pukul 07.20 WIB seusai bongkar muat barang bawaan jamaah.

Azhari kembali menjelaskan saat berada di Asrama Haji, para CJH lansia dan penyandang disabilitas akan diantar makanan oleh petugas. Sedangkan lainnya makan di bawah tenda yang telah disediakan.

Dia mengakui belum ada ruang makan khusus untuk jamaah, tetapi telah direncanakan dibangun tahun ini, sehingga akan dapat digunakan pada musim haji tahun berikutnya.

Dia berharap pelayanan yang diberikan akan memuaskan seluruh jamaah, mulai dari Asrama Haji, bandara sampai berada di Tanah Suci yang dibantu oleh petugas haji.

Azhari juga menyinggung jamaah haji tertua pada kloter satu ini, berusia 89 tahun bernama Rasimah Dahan dan termuda berusia 20 tahun, bernama Sakila Saldora asal Banda Aceh. Ditambahkan, jamaah haji tertua berusia 100 tahun asal Aceh Tengah dan termuda berusia 18 tahun, tetapi berada di kloter lain.

Selain itu, bagi keluarga pengantar jamaah haji dilarang memasukkan kendaraan roda empat ke dalam Asrama Haji, tetapi mencari area parkir seputaran asrama. Azhari menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak desa untuk membantu mengatasi area parkir kendaraan roda empat milik keluarga jamaah.

Dia juga mengungkapkan ada CJH yang mundur dengan berbagai alasan, sehingga minta ditunda, seperti ada persoalan keluarga dan berbagai hal lainnya, seperti salah satu pasangan sakit, maka satunya lagi juga tidak berangkat.

Azhari menjelaskan sebanyak 26 CJH Aceh sudah mengundurkan diri, sehingga harus diganti dengan jamaah cadangan sebanyak 132 orang yang sudah melunasi biaya haji.

Dikatakan, dinamika berubah setiap hari, namun seat pesawat jamaah harus terisi penuh. Sehingga, katanya, untuk berbagai informasi yang dibutuhkan publik harus melalui satu pintu ini, seperti Ruang Centre Embarkasi Aceh di Asrama Haji Banda Aceh ini.

Sebelumnya, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 1196 Tahun 2025 Aceh mendapatkan kuota sebanyak 4.378 jamaah haji dan khusus kloter 12 digabung dengan jamaah dari provinsi lain.(Muh)

NiagaHoster