Banda Aceh – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banda Aceh (Bappeda) menghadirkan civitas akademika pada acara FGD Pembangunan Berkelanjutan Dalam rangka penyusunan Dokumen Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Banda Aceh Tahun 2025-2045.
Narasumber yang berhadir dalam FGD kali ini diantaranya Prof. Dato’ Dr. Abdullah Mohamad Said dari kampus UITM Malaysia dan Dr. Eng. Mochamad Donny Koerniawan, ST, MT dari ITB Bandung.
Pada FGD ini juga diikuti oleh Koordinator Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota – USK Bapak Dr. Ir. Halis Agussaini, MT dan peserta FGD lainnya yaitu dari Ikatan Ahli Perencana (IAP) Aceh, OPD terkait Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Perhubungan, DLHK3, Diskominfotik, Bagian Pembangunan Setdako serta Tim Penyusun Dokumen RPJPD dan Pejabat Bappeda Kota Banda Aceh.
Acara FGD dipandu oleh Sekretaris Bappeda Kota Banda Aceh Ir. Rahmatsyah Alam, ST, M.Si yang turut dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bapak Wahyudi, S.STP, M.Si di dampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Bapak Jalaluddin ST, MT.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Kota Banda Aceh Wahyudi, S.STP, M.Si saat membuka acara menyampaikan bahwa pentingnya perencanaan kota yang terarah, terkoordinasi, memastikan visi misi perencanaan jangka panjang dan menengah dalam RPJP kota yang dirancang harus sejalan dengan RPJP Nasional dan RPJP Aceh.
“Visi Nasional adalah Indonesian Emas tahun 2045 terus kita dorong untuk target percepatan ini,” kata Wahyudi, Jumat (6/10/2023) di Ruang Rapat Bappeda setempat.

Wahyudi menegaskan bahwa pentingnya koordinasi antar OPD dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan ini. Dengan kegiatan FGD ini adalah langkah awal dalam perencanaan pembangunan kota.
Menurutnya, RPJPD bukan hanya dokumen pemerintahan biasa, namun ini menjadi panduan dalam memetakan kebutuhan Kota Banda Aceh dalam berbagai aspek untuk 20 tahun kedepan.
“FGD ini menjadi penting karena ajang untuk kita membahas isu-isu strategis yang faktual secara komplek. Kami berharap segala ide-ide yang diberikan semua pihak menjadi bahan pertimbangan demi perkembangan Kota Banda Aceh mendatang,” ungkapnya.
Sekretaris Bappeda Kota Banda Aceh Ir. Rahmatsyah Alam, ST, M.Si yang didampingi Kabid Litbang dan Pengendali Program Mahdani, SE menyatakan bahwa kegiatan hari ini selain dalam rangka silaturrahmi antara Pemko Banda Aceh dengan Prof. Dato’ Abdullah dari Malaysia sekaligus juga melakukan diskusi untuk mendapatkan informasi dan gagasan dari berbagai stakeholders terkait dengan pembangunan dan energi berkelanjutan untuk menjadi masukan dan pertimbangan dalam penyusunan dokumen Ranwal RPJP Kota Banda Aceh Tahun 2025-2045.(Hus/Hz)










