oketrend.id, Kota Jantho – Puskesmas Kecamatan Darul Imarah kembali mengelar SUB PIN polio tahap II yang berlangsung di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lamtheun Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (24/02/2023).
Pada kesempatan itu, Hamiwati, Amd KEB petugas kesehatan Puskesmas Darul Imarah, menyampaikan, Pelaksanaan tetesan manis polio di Kecamatan Darul Imarah tidak ada kendala dalam pelaksanaan.
“Karena orang tua mengizinkan anaknya untuk di tetes polio, kecuali bagi anak yg sakit atau kurang sehat,” ujarnya
Ia menjelaskan, Pada pelaksanaan Sub PIN tahap pertama di Kecamatan Darul Imarah berhasil mencapai angka 99,3 persen.
“Suksesnya program tetesan manis polio tahap pertama juga berkat kerja sama dengan muspika Darul Imarah dan juga peran serta dari masyarakat,” jelasnya
Untuk diketahui Provinsi Aceh khususnya Aceh Besar telah memulai Sub PIN polio putaran kedua sejak 30 Januari 2023. Pemberian tetes polio putaran kedua ini diberikan setelah memenuhi interval minimal 28 hari sejak pemberian dosis pertama.
“Pemberian tetes manis polio ini harus dilakukan minimal dua kali agar dapat terbentuk kekebalan dari serangan virus polio yang berbahaya bagi para Siswa,” ungkap Hamiwati
Selain itu, tetesan polio sebagai bentuk kecintaan pemerintah kepada anak-anak guna mencegah terjadinya polio terhadap anak.
“Ini merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penyakit polio sehingga perlu dukungan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang anaknya belum menerima tetesan polio bisa mendatangi fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” pinta Harmiwati
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Lamtheun, Nurdiana , S.Pd mengatakan, dirinya saat mengapresiasi serta mendukung kegiatan yang dilaksanakan UPTD Puskesmas, guna meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh peserta didik serta terjamin nya mutu pendidikan.
“Kami mendukung serta mengapresiasi kegiatan ini, karena ini dapat meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh para peserta didik,” katanya
Nurdiana juga menjelaskan, untuk jumlah siswa penerima tetesan polio tahap II ini berjumlah 64 siswa dan langsung di dampingi oleh Dewan Guru saat pelaksanaannya.
“Alhamdulillah, pelaksanaan tahap kedua ini berjalan dengan baik dan 90 persen siswa-siswi di SD Lamtheun mendapatkan tetesan polio dibandingkan dengan pelaksanaan tahap pertama,” tutupnya










