Tingkatkan Kapasitas Star-Up, USK Gelar Demo Day

Peserta kalang UMKM mengikuti Demo Day yang digelar USK, di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh, Selasa (5/9/2023). FOTO/ WAHYU DESMI

oketrend.com, Banda Aceh – Sebagai upaya peningkatan kapasitas start-up Tahun 2023, Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Demo Day dengan tema “Investing in the future building sustainable ventures” (Investasi untuk membangun usaha yang berkelanjutan di masa depan). Demo Day ini fokus pada investasi yang memperhatikan faktor-faktor lingkungan (Environment), sosial (Social), dan tata kelola (Governance) yang baik, dikenal sebagai konsep ESG (Environmental, Social, and Governance).

Demo Day tersebut dibukakan melalui platform daring, oleh Ir Siti Azizah MBA selaku Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM. Kegiatan tersebut turut menghadirkan para pemimpin, inovator, dan pelaku bisnis dari berbagai sektor yang berlangsung, di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh, Selasa (5/9/2023).

Demo Day ini memberikan kesempatan bagi para start-up untuk mempresentasikan ide dan proyek mereka kepada investor dan pemangku kepentingan yang berpotensi. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mempromosikan budaya investasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di kalangan komunitas start-up.

Dalam rangka menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan bisnis berkelanjutan, USK berkomitmen untuk terus memfasilitasi pertumbuhan start-up dan mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG dalam pengembangan bisnis mereka. Demo Day ini menjadi langkah penting dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan investasi yang berkelanjutan di Banda Aceh dan sekitarnya.

Dengan berfokus pada investasi yang peduli lingkungan, aspek sosial, dan tata kelola yang baik, Demo Day USK tahun ini diharapkan akan membawa dampak positif dalam memajukan ekosistem start-up serta mendorong penciptaan usaha-usaha yang berkelanjutan di masa depan.

Pada kesempatan itu, Ir Siti Azizah MBA menyebutkan, sampai saat ini Indonesia sudah memiliki tujuh unicorn dan jumlah tersebut terus meningkat. Untuk Indonesia sendiri tercatat memiliki 2.492 start-up, jumlah tersebut membuat Indonesia berada diperingkat ke-6 secara global.

“Setelah USA, India, Inggris, Kanada dan Jerman, Indonesia berada di peringkat ke enam,” sebutnya.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Ir Siti Azizah MBA, secara daring membuka kegiatan Demo Day yang digelar USK di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh, Selasa (5/9/2023).
FOTO/ WAHYU DESMI

Menurutnya, dengan adanya pengaruh inkubasi bisnis tersebut merupakan hal yang sangat efektif untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan. “Inkubasi ini dapat menumbuh kembangkan start-up mereka secara lebih efektif dan terstruktur,” ucap Siti Azizah.

Selain itu, Kadis Koperasi dan UKM Aceh Azhari SAg MSi, mengajak setiap stakeholder terlibat untuk memberikan dukungan yang kuat dalam mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) yang ada di Aceh. Dalam upaya meningkatkan perkembangan UKM, strategi startup dianggap menjadi salah satu kunci sukses yang bisa membawa perbaikan dan peningkatan yang signifikan.

Dalam pernyataannya, Azhari SAg MSi menekankan pentingnya dukungan kolektif untuk UKM Aceh. “UKM memiliki peran krusial dalam perekonomian Aceh, dan membutuhkan dukungan semua pihak, dukungan pemerintah, investor, dan masyarakat, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka,” ujarnya.

Azhari menambahkan, strategi startup diidentifikasi sebagai solusi yang potensial untuk memperbaiki dan meningkatkan UKM di Aceh. “Pendekatan ini dapat membantu UKM untuk lebih inovatif, memanfaatkan teknologi modern, dan menciptakan peluang yang lebih besar untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” terangnya.

Sementara itu, Rektor USK Prof Dr Ir Marwan IPU melalui Warek III USK Prof Dr Mustanir M Sc menyampaikan, di tengah semangat pengembangan UKM sejumlah mahasiswa di Aceh kini memiliki dukungan yang kuat untuk memulai usaha mereka sendiri.

Kemudian, Mustanir menekankan, memiliki suatu produk merupakan kewajiban dan agenda yang harus diwujudkan sebagai pengusaha muda sejak masa perkuliahan.

“Masa perkuliahan adalah waktu yang berharga, dan fokus ini jangan sampai hilang dimulai dari masa perkuliahan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Mustanir menuturkan, dalam upaya serius mendukung UKM, USK berkomitmen untuk membantu mahasiswa yang ingin memiliki produk sendiri tersebut. “Jika para mahasiswa ingin membuka usaha dengan modal dari Bank, maka USK akan mensuport dengan membantu untuk menutupi cicilan selama tiga bulan pertama,” pungkasnya.(Wahyu Desmi)

NiagaHoster