oketrend.id, Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di MIN 9 Kota Banda Aceh, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program pengabdian dengan mengangkat judul “Stres-Detection: Konteks dan Model Representasi untuk Penanganan Gejala Stres Guru SD-Sederajat Inklusif Berbasis Wearable Internet of Things.”
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali kebutuhan, pengalaman, serta permasalahan yang dihadapi guru dalam menjalankan tugas, khususnya dalam lingkungan pendidikan inklusif. Melalui FGD ini, tim pengabdian juga memperkenalkan konsep teknologi tepat guna berbasis Wearable Internet of Things (IoT) yang dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk membantu mendeteksi gejala stres secara lebih dini.
Ketua tim pengabdian, Dr. Ir. Elizar, S.T., M.Sc., IPM, dari Teknik Elektro USK, menyampaikan bahwa kondisi psikologis guru merupakan salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkualitas.
“Wearable system ini sangat penting untuk membantu mendeteksi gejala stres pada guru, khususnya guru yang mengajar di sekolah inklusif. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi alat bantu untuk mengenali kondisi stres lebih awal, sehingga guru dapat memperoleh perhatian dan penanganan yang tepat sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih serius,” ujar Dr. Elizar.
Menurutnya, penerapan teknologi wearable tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia dalam memahami kondisi guru, tetapi justru menjadi alat pendukung berbasis data yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh dan respons fisiologis seseorang. “Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan pendekatan yang lebih objektif, preventif, dan berkelanjutan dalam menjaga kesejahteraan guru,” tutur Elizar.
Program pengabdian ini juga melibatkan sejumlah akademisi USK dari lintas bidang keilmuan. Anggota tim terdiri dari Prof. Dr. Ir. Melinda, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng. dari Teknik Elektro USK serta Ns. Syarifah Rauzatul Jannah, MNS., Ph.D. dari Program Studi Keperawatan USK. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan teknologi, karena aspek teknis dan aspek kesehatan dapat dipadukan dalam menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan guru.
Selain melibatkan dosen dan peneliti, kegiatan ini turut melibatkan tiga mahasiswa melalui program Mahasiswa Tematik. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung dalam proses pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari inovasi dan penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaan FGD, para guru dan pihak sekolah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, serta kebutuhan mereka terkait pengelolaan stres dalam menjalankan aktivitas pembelajaran. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak sekolah.
“Pihak sekolah dan para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap teknologi yang diperkenalkan. Mereka tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai cara kerja wearable system, informasi yang dapat diperoleh dari perangkat tersebut, serta potensi pemanfaatannya dalam membantu guru mengenali kondisi stres secara lebih dini,” terang Elizar.
Begitupun, kata Elizar ketertarikan para guru tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi kesehatan berbasis IoT memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu pendekatan inovatif dalam mendukung kesejahteraan dan kesehatan kerja guru, terutama pada sekolah yang menerapkan pendidikan inklusif.
Tim pengabdian USK berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap FGD, tetapi dapat dilanjutkan melalui proses pengembangan, pengujian, dan penerapan teknologi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pengguna. Masukan dari guru dan pihak sekolah akan menjadi bagian penting dalam menyempurnakan sistem agar teknologi yang dikembangkan benar-benar user-friendly, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi guru.
“Melalui program PKMBP-TTG ini, USK terus mendorong hilirisasi hasil inovasi dan teknologi tepat guna agar dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pengembangan Stres-Detection berbasis Wearable IoT diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam menghadirkan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada aspek kemanusiaan, kesehatan, dan peningkatan kualitas pendidikan,” harapnya.
Lebih lanjut, Ketua Tim Elizar menegaskan komitmen USK dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, tenaga pendidik, dan mahasiswa untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.(Mar/*)








