oketrend.id, Banda Aceh – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh memperketat pengawasan arus lalu lintas di kawasan kilometer nol Banda Aceh, tepatnya pada jalan lintas Gampong Jawa menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama pada jam-jam kunjungan wisata yakni pada sore harinya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Ir M Syaifuddin Ambia ST MT mengatakan, wilayah kilometer nol merupakan salah satu titik yang memiliki pergerakan kendaraan saat sore harinya. Umumnya para warga akan mendatangi kawasan tersebut untuk menikmati pemandangan laut dan sunset

FOTO/ DOK DISHUB BANDA ACEH
“Kawasan kilometer nol ini termasuk jalur yang mengalami peningkatan mobilitas yang tinggi, terutama pada waktu tertentu, seperti setiap sore hari ataupun akhir pekan, sehingga membutuhkan pengawasan ketat,” ujarnya, di Banda Aceh, Senin (17/11/2025).
Untuk memastikan kelancaran arus transportasi, Dishub Banda Aceh mengerahkan petugas lapangan yang bertugas mengatur lalu lintas, serta menertibkan parkir kendaraan bermotor. Petugas juga diminta untuk selalu sigap memberikan imbauan kepada pengendara agar menjaga ketertiban dan mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang di sepanjang jalan.
Ambia menegaskan, seluruh pengawasan dilakukan sesuai ketentuan Perwal Nomor 51 Tahun 2021 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) di Dinas Perhubungan. Peraturan tersebut menjadi acuan utama dalam setiap upaya pengendalian lalu lintas di lapangan, mulai dari prosedur pengaturan kendaraan hingga penanganan keadaan darurat.

“Setiap petugas kami bekerja berdasarkan SOP yang tercantum dalam Perwal 51 Tahun 2021. Dengan demikian, pengawasan yang dilakukan tetap terukur, profesional, dan mengedepankan keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa beberapa temuan di lapangan menunjukkan adanya pengendara yang memarkir kendaraan terlalu dekat dengan badan jalan, berhenti mendadak, atau mengambil jalur berlawanan saat kondisi padat. Situasi ini, bila tidak ditangani, berpotensi menimbulkan kemacetan bahkan kecelakaan lalu lintas.
“Kami masih menemukan beberapa perilaku tidak tertib. Karena itu petugas kami rutin mengingatkan pengendara agar tetap disiplin. Kemacetan sering terjadi bukan hanya karena banyaknya kendaraan, tapi karena perilaku yang tidak sesuai aturan,” tambah Aqil.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan, Pengawasan dan Keselamatan, Aqil Perdana Kesumah SH MH mengungkapkan, selain pengawasan, Dishub juga menempatkan rambu portable, water barrier, dan marka sementara pada jam-jam tertentu untuk membantu rekayasa lalu lintas. Rambu tersebut difungsikan untuk mengatur alur kendaraan agar tidak terjadi penumpukan, khususnya saat kapal penumpang dan kapal wisata bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue.

Aqil menyebut bahwa pihaknya terus mengoptimalkan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian, otoritas pelabuhan, dan perangkat gampong setempat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penanganan kepadatan kendaraan dapat dilakukan secara komprehensif.
“Kami tidak bekerja sendiri. Koordinasi dengan Polresta, pihak pelabuhan, dan perangkat gampong sangat penting. Dengan kerja sama, pengaturan lalu lintas di kawasan ini menjadi lebih efektif,” ucapnya.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan kendaraan masuk ke area yang sudah padat. Jika petugas memberikan instruksi pengalihan jalur, pengendara diminta untuk mematuhinya demi kelancaran arus kendaraan secara keseluruhan.
“Tolong patuhi arahan petugas di lapangan. Jika jalur tertentu dialihkan, itu semata-mata demi kelancaran bersama. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selalu kami utamakan,” kata Aqil.
Lebih lanjut, Kabid Pengawasan dan Keselamatan Dishub Banda Aceh menyatakan, pihaknya akan terus memaksimalkan pengawasan di titik-titik krusial termasuk jalan lintas Gampong Jawa, simpang menuju pelabuhan, hingga area parkir wisata. Dishub memastikan bahwa petugas akan tetap siaga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami berharap pengunjung dapat menikmati wisata dan aktivitas perjalanan dengan aman. Dengan dukungan masyarakat, kami yakin arus lalu lintas di kawasan kilometer nol dapat terjaga dengan baik,” pungkasnya. (Adv)
Petugas Dishub Banda Aceh menempatkan water barrier saat pengawasan lalu lintas, di Kilometer Nol Banda Aceh, Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh, Senin (17/11/2025).
FOTO/ DOK DISHUB BANDA ACEH
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Ir M Syaifuddin Ambia ST MT.
Kepala Bidang Pembinaan, Pengawasan dan Keselamatan, Dishub Kota Banda Aceh, Aqil Perdana Kesumah SH MH.








