oketrend.id, Madinah – Masjid Nabawi merupakan masjid kedua yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW, setelah Masjid Quba yang dibangun selama perjalanan hijrahnya dari Mekkah ke Madinah. Masjid yang terletak di kota Madinah ini menjadi salah satu destinasi yang biasa dikunjungi umat Islam tatkala menunaikan ibadah haji atau umrah karena keutamaannya.
Di malam terakhir di Madinah, Ustaz Muhammad Taufik Ikram Al Madani mengingatkan jamaah agar menyempatkan beribadah di Raudhah yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebut sebagai taman surga. Sebab keesokan harinya rombongan sudah harus meninggalkan Madinah menuju Mekkah Al Mukaramah.
“Bagi yang belum ke Raudhah, kami siap untuk menemani. Bagi Ibu-ibu yang ingin ke Raudhah dan telah mendapat tasreh atau surat izin masuk dari Pemerintah Saudi nanti ada Mutawwifah dari tim kami yang menemani,” kata Ustazd Ikram, yang juga Mahasiswa Universitas Al Azhar, Mesir yang juga pembimbing umrah dalam pertemuan kecil dipelataran Masjid Nabawi, Senin (3/11/2025) malam.
Seperti diketahui Raudhah merupakan sebuah tempat yang berada dalam Masjid Nabawi di Madinah. Tepatnya berada di antara rumah yang kini jadi makam Rasulullah SAW dengan mimbar yang beliau gunakan untuk berdakwah. Luasnya kurang lebih 330 meter persegi.
Seperti dikutip dalam Kitab Al-Lul’lu’ wal Marjan, hadits pilihan yang disepakati Al-Bukhari dan Muslim dalam hadits riwayat Abdullah bin Zaid Al-Mazini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya: Tempat yang terletak di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu di antara taman-taman surga.
Raudhah, yang sering disebut sebagai “Taman Surga”, adalah salah satu tempat paling istimewa di Masjid Nabawi, Madinah. Sebab di sinilah sekitar 1400 tahun yang lalu, Nabi Muhammad SAW beribadah, melakukan shalat, menerima wahyu, berdakwah dan juga tempat shalat para sahabat serta masjid juga tempat mengatur semua strategi perang maupun ekonomi.
Begitupun, sangat disunahkan memperbanyak ibadah di Raudhah ataupun secara umum Masjid Nabawi. Seperti shalat baik wajib maupun sunah, dzikir juga iktikaf. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bersabda yang artinya satu shalat di masjid saya (Masjid Nabawi) ini lebih baik daripada seribu shalat ditempat lain, kecuali Masjidil Haram di Mekkah.

FOTO/ MARDG
Dalam keseharian, banyak jamaah umrah dan haji berebut dan berdesak-desakan untuk bisa beribadah di Raudhah. Sebab ada keyakinan bahwa jika berdoa di Raudhah yang disebut Rasulullah sebagai taman surga itu akan dikabulkan oleh Allah SWT.
“Alhamdulillah kami semua lancar dan dipermudah masuk Raudhah, rasanya ingin berlama-lama,” ujar Tati, seorang jamaah Musahefiz, kepada media ini, usai keluar dari Raudhah, Selasa (4/11/2025) pagi.
Tempat ini memiliki sejarah mendalam yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan Raudhah dipercaya sebagai lokasi mustajab untuk doa-doa yang dipanjatkan.
Rasulullah SAW sering duduk di tempat ini untuk membacakan wahyu Allah dan mengajarkan ajaran Islam kepada para sahabat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, makam beliau dibangun di dekat rumahnya yang kini menjadi bagian dari Masjid Nabawi. Keberadaan Raudhah yang berada di antara makam dan mimbar Nabi menambah keistimewaan tempat ini.
Mengingat ukuran Raudhah yang kecil, tempat ini sering dipenuhi oleh jamaah dari seluruh dunia, terutama saat musim haji dan umrah. Agar beribadah lebih nyaman, berikut ini tips tambahan beribadah di Raudhah:
Karena Raudhah selalu ramai, disarankan untuk datang lebih awal agar memiliki waktu yang cukup untuk beribadah. Manfaatkan waktu di Raudhah untuk berdoa dengan khusyuk dan memohon ampunan serta rahmat dari Allah.
Mengingat banyaknya jamaah, penting untuk selalu menjaga adab, tidak berdesak-desakan, dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk beribadah. Patuhi ketentuan pengelola Masjid Nabawi yang umumnya mengatur waktu kunjungan jamaah ke Raudhah, baik untuk pria maupun wanita. Gunakan aplikasi Nusuk. Kini, jamaah dapat mengajukan permohonan masuk ke Raudhah setiap 20 menit melalui aplikasi Nusuk.(Mar/*)








