oketrend.id, Bilbao – Tottenham Hotspur mengakhiri penantian 17 tahun mereka untuk sebuah trofi setelah gol Brennan Johnson di babak pertama cukup untuk mengalahkan Manchester United di final Liga Europa di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/5) dini hari WIB.
Kemenangan ini sangat berarti bagi pelatih Spurs yang sedang mendapat tekanan. Ange Postecoglou, telah memenuhi janjinya untuk menghadirkan trofi pada musim keduanya bersama Spurs.
Postecoglou, yang sebelumnya mengatakan ia tidak akan pernah menjadi badut dalam konferensi pers pra-pertandingan, membawa senyum dan kegembiraan luar biasa bagi fans Spurs.
Yang menarik titel juara Liga Europa mungkin tidak akan menyelamatkan Postecoglou dari kemungkinan keluar dari Spurs dalam beberapa minggu ke depan.
Namun, setidaknya pelatih asal Australia itu akan pergi sebagai pahlawan setelah bergabung dengan Bill Nicholson dan Keith Burkinshaw sebagai pelatih yang berhasil memenangkan trofi Eropa bersama raksasa London Utara itu.
Sebaliknya buat MU, kekalahan dari Spurs semakin mencoreng musim 2024/2025 yang begitu buruk untuk skuad berjulukan Setan Merah.
Pada laga ini, Manajer MU Ruben Amorim memilih Mason Mount turun sebagai starter dibandingkan Alejandro Garnacho untuk posisi lini serang.
Kapten MU Bruno Fernandes tampil di bawah performa biasanya, sehingga tim kekurangan kreativitas untuk bangkit setelah tertinggal.
Mereka hampir saja menyamakan kedudukan lewat sundulan Rasmus Hojlund, memanfaatkan kesalahan Guglielmo Vicario, namun bola berhasil disapu secara akrobatik dari garis gawang oleh Micky van de Ven di pertengahan babak kedua.
Vicario kemudian melakukan penyelamatan dramatis di menit-menit akhir untuk menggagalkan sundulan Luke Shaw. Sampai laga berakhir, Spurs tetap unggul 1-0 untuk menjadi juara Liga Eropa 2025.(Muh/*)








