Api Seperti ‘Neraka’ Kepung Israel

Kobaran api di sisi jalan tol Yerusalem-Tel Aviv, Israel tampak berkobar hebat pada Rabu (30/5/3035) sore. FOTO/SCREENSHOT

oketrend.id, Tel Aviv – Kobaran api hebat menghantam Israel yang belum juga berhenti menyerang Jalur Gaza, Palestina dalam beberapa tahun terakhir ini.

Kebakaran kali sudah seperti ‘neraka’ yang terus meluas ke kawasan perkotaan, tampaknya akan seperti Los Angeles seusai Donald Trump sempat menyatakan akan membuat ‘neraka’ di Gaza.

Bahkan, negara Yahudi itu meminta bantuan dari negara-negara lain untuk mengatasi kebakaran hutan hebat yang melanda perbukitan Yerusalem sejak Rabu (30/4/2025).

Kebakaran ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar yang pernah terjadi di Israel. Dikutip dari Times of Israel, Kamis (1/5/2025) Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar menghubungi belasan negara dan meminta bantuan pemadaman kebakaran.

Menurut keterangan Kemlu Israel, Sa’ar telah berbicara dengan menteri luar negeri negara-negara lain, termasuk Inggris, Prancis, Swedia, Republik Ceko, Argentina, Spanyol, Makedonia Utara, hingga Azerbaijan.

Dia juga dikabarkan menghubungi negara-negara lainnya untuk meminta bantuan sepanjang hari Rabu kemarin hingga petang. Kantor Perdana Menteri, Kementerian Keamanan, dan Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya juga secara resmi meminta bantuan Yunani, Cyprus, Kroasia, Italia, dan Bulgaria karena mulai kewalahan menangani peristiwa tersebut.

Beberapa negara kemudian merespons dengan ikut memberi bantuan, seperti tiga pesawat pemadam kebakaran Canadair Super Scooper dari Italia dan Kroasia yang bertolak menuju Israel untuk ikut membantu.

Rumania juga mengirim dua pesawat, meliputi pesawat pemadam kebakaran dan dukungan logistik untuk menangani api. Sementara itu, Spanyol akan mengirim dua pesawat dan Prancis mengirim satu pesawat.

Tim pemadam kebakaran internasional akan mulai beroperasi pada Kamis (1/5/2025) waktu setempat karena baru dapat bekerja secara efektif mulai pagi hingga sore hari.

Kebakaran hutan hebat membuat jalan yang menghubungkan Yerusalem ke Tel Aviv, Israel, terputus, pada Rabu (30/4.2025) sore. Dikutip dari CNN, kebakaran ini terjadi di beberapa lokasi dekat Yerusalem dan dengan cepat meluas sehingga petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk menangani.

Satu area kebakaran terpusat di sekitar kota Neve Shalom, yang terletak sekitar 15 mil (24 km) di sebelah barat Yerusalem. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah memperingatkan bahwa kebakaran hutan yang berkobar di dekat Yerusalem dapat mencapai kota.

“Angin barat dapat mendorong api dengan mudah ke pinggiran (Yerusalem) — dan bahkan ke dalam kota itu sendiri,” kata Netanyahu dalam sebuah video yang dikirim oleh kantornya, Rabu (30/4.2025), dikutip dari AFP.

Lebih dari selusin orang telah tiba di dua rumah sakit terpisah akibat kebakaran tersebut, menurut Shamir Medical Center dan Kaplan Medical Center.

Sementara itu, Hadassah Medical Center di pinggiran Yerusalem meminta masyarakat untuk tidak datang ke rumah sakit “kecuali benar-benar diperlukan.”

Rumah sakit tersebut telah mulai mengevakuasi pasien yang tidak perlu dirawat di rumah sakit, bahkan saat bersiap menerima pasien baru yang mungkin mengalami luka-luka akibat kebakaran. Kebakaran terjadi di lokasi yang hampir sama dengan kebakaran serupa minggu lalu.

Selain itu, sebanyak sepuluh pemukim Yahudi di daerah tersebut telah dievakuasi, kata pihak berwenang. “Kita berada dalam masa darurat nasional, dan semua pasukan yang tersedia harus dimobilisasi untuk menyelamatkan nyawa dan mengendalikan kebakaran,” kata Menteri Pertahanan Israel Katz.(Muh/*)

NiagaHoster