Banda Aceh – Dalam rangka mendukung program Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Bunda PAUD Kecamatan Banda Raya Ekawati bersama Himpaudi mengunjungi SD Percontohan, Selasa (12/02023).
Pada kunjungan itu, Bunda PAUD Kecamatan Banda Raya Ekawati berpesan agar anak-anak usia dini yang tidak berkesempatan mengikuti PAUD dapat memiliki hak yang sama untuk dibina dan mendapatkan kemampuan fondasi atau kemampuan dasar secara menyeluruh. Dengan demikian, anak memiliki keterampilan, kemampuan dan kematangan yang holistik.
“Mari bersama kita sukseskan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, semoga gerakan ini dapat terus berlanjut dan menciptakan suasana belajar yang positif dan membekas sebagai kenangan indah bagi anak-anak kita,” ungkap Eka.
Adapun akselerasi keberhasilan dalam transisi pembelajaran dari PAUD ke SD yang menyenangkan perlu ditempuh melalui beberapa pendekatan seperti ramah anak, pengenalan yang menyenangkan, kontinuitas pembelajaran, kolaborasi antara Guru PAUD dan SD, komunikasi terbuka, serta aktivitas sosial dan rekreasi serta dukungan dari orang tua.
Selanjutnya, Camat Banda Raya Rahmat Kadafi mengatakan bahwa episode 24 Merdeka Belajar telah diluncurkan pada tanggal 28 Maret lalu, melalui episode ini Kemdikbud Ristek mendorong transisi pembelajaran jenjang TK ke SD yang menyenangkan.

Pada Merdeka Belajar episode 24 ditekankan adanya tiga perubahan, yang pertama adalah menghilangkan tes calistung dalam PPDB SD. Perubahan yang kedua adalah menerapkan masa pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama.
Sedangkan perubahan ketiga, satuan pendidikan menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak yaitu mengenal nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi, kematangan emosi untuk kegiatan di lingkungan belajar.
“Kemudian, kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar seperti kepemilikan dasar literasi dan numerasi, pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri dan pemaknaan terhadap belajar yang positif,” tutur Camat Kadafi.(TM/Hz)










