Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq menyambut kedatangan ulama dan umara Kota Banda Aceh di Pendopo wali kota, Rabu (10/5/23) malam. Dengan tema Melalui Silaturahmi Ulama-Ulama Kota Banda Aceh Kita Tingkatkan Sinergitas Dalam Mewujudkan Banda Aceh Bersyariat, Maju dan Bermartabat. Kunjungan tersebut merupakan Silaturrahmi ulama-umara kota Banda Aceh tahun 2023.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh Prof. DR. Tgk. H Damanhuri Basyir, M.Ag. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa syariat Islam sudah ada sejak 500 tahun lalu.
“Hanya saja pada masa presiden ke dua terpotong selama kurang lebih 30 tahun lebih. Dengan adanya keistimewaan Aceh mulai lagi kita bangun syariat Islam,” katanya.
Meski demikian, Tgk Damanhuri menyebutkan bahwa sejauh ini masih banyak pelanggaran syariat Islam yang terjadi di beberapa lokasi salah satunya lokasi wisata.
Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya dibantu SKPD terkait sudah melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir pelanggaran.
“Ketua MPU sudah memberikan kita pencerahan dan nanti akan kita rampungkan semua, mudah-mudahan bisa sebagai acuan kami dalam melaksanakan pembangunan Kota Banda Aceh,” jelas Bakri.
Kata Bakri, dalam berbagai kesempatan ianya kerap kali menyampaikan bahwa barometer Aceh ada di Kota Banda Aceh.

“Kita konsisten, kita wisata religi namun bukan berartii kita mengejar ekonomi dan mengabaikan implementasi syariat Islam. Masih banyak kekurangan di sana sini.Di waktu lain kita akan adakan diskusi dan dialog untuk mendapatkan pencerahan dari pada para ulama,” katanya.
Kata Bakri, pihaknya juga ingin dalam setiap pelaksanaan syriat Islam selalu didampingi dan diberi masukkan oleh para ulama.
“Tentu pada berberbagai kesmpatan kami menyampaikan, Banda Aceh ini identik dengan takzim kepada guru, ulama dan orang tua supaya damai dan tenang dengan konsep Aceh Meutaloe wareh gaseh meugaseh bila meubila,” harapnya. (Hz)










