*Banda Aceh Targetkan Kunjungan Bayi dan Balita ke Posyandu Capai 85 Persen
Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menggelar workshop kader Posyandu dalam penyelenggaraan penimbangan, Posyandu dan kunjungan rumah di Grand Arabia Hotel, Selasa (09/05/2023).
Turut hadir pada kegiatan tersebut sebagai narasumber Yusniwati, SKM., M.Kes dari Dinkes Aceh, Suwarni, SKM., MPH dari Bapelkes Aceh dan juga T. Khairul Fadjri, SKM., MPH dari Poltekkes Kemenkes Aceh.
Dalam hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Lukman, SKM., M.Kes meminta para kader posyandu, Tenaga Pelayanan Gizi (TPG) dan tenaga promosi kesehatan puskesmas untuk dapat berinovasi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kota Banda Aceh.
“Sampai Bulan April 2023, ada 1.148 kasus anak stunting di Banda Aceh. Menurut data dari elektronik pencatatan dan pelaporan gizi balita berbasis masyarakat sampai April kasus stunting di Banda Aceh berada di angka 11,22 %,” ujarnya.
“Angka ini harus menjadi perhatian kita bersama, apakah memang kondisi anak stunting di Kota Banda Aceh semakin banyak, atau ada kekeliruan selama proses pengukuran berat dan tinggi badan anak,” tambah Lukman.
Oleh karena itu, Kepala Dinkes Banda Aceh Lukman mengungkapkan, salah satu kendala dalam menurunkan angka stunting di Kota Banda Aceh adalah rendahnya partisipasi masyarakat.
“Dibulan Maret tahun ini kita sudah menyelenggarakan aksi penimbangan serentak, tetapi tingkat partisipasi masyarakat hanya 60 % yang membawa anaknya ke Posyandu,” ungkapnya.
Adapun aksi penimbangan serentak sudah didukung oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, Dinas terkait, camat, dan juga keuchik tetapi peran serta masyarakat dalam membawa bayi dan Balita ke Posyandu masih rendah.
“Untuk itu, kita semua para kader, TPG dan juga tenaga Promkes dilatih untuk meningkatkan mutu pelayanan Posyandu dan kunjungan rumah serta bersama mencari solusi agar setiap desa mampu mencapai kunjungan posyandu minimal 85% sehingga pengukuran dapat dilakukan secara komprehensif,” tutupnya.(TM/Hz)










