Oketrend.id, Banda Aceh – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Banda Aceh Cut Azharida SH mengatakan ada tiga cara mencegah stunting sejak remaja dan Stunting masih menjadi salah satu permasalahan yang masih terus terjadi di Indonesia. Stunting tidak hanya bisa menyebabkan dampak buruk yang tidak bisa diubah pada kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental anak.
“Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah gangguan tersebut.
Nyatanya, pencegahan stunting perlu dimulai jauh sebelum menikah dan merencanakan kehamilan, yaitu pada masa remaja,” terang Cut Azharida SH, diruangkerjanya, Selasa (14/3/2023).
Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Seorang anak bisa dikatakan mengalami gangguan tersebut bila tinggi badan menurut usia mereka, lebih dari dua standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak yang ditetapkan World Health Organization (WHO).
Stunting yang terjadi pada awal kehidupan, terutama pada 1000 hari pertama sejak pembuahan sampai usia dua tahun, bisa menyebabkan banyak dampak merugikan bagi anak. Stunting tidak hanya membuat pengidapnya memiliki tubuh terlalu pendek untuk usianya dan tidak berkembang dengan sempurna.
Gangguan tumbuh kembang ini juga dikaitkan dengan otak yang kurang berkembang, sehingga bisa menyebabkan konsekuensi berbahaya jangka panjang. Seperti, kapasitas belajar yang rendah, penurunan kemampuan mental, kinerja yang buruk di sekolah di masa kanak-kanak. Hal ini akhirnya bisa menyebabkan anak stunting memiliki kualitas dan tingkat kesejahteraan hidup yang rendah saat dewasa nanti.
“Bukan hanya itu saja, anak-anak stunting juga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis terkait gizi. Contohnya seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas di masa depan,” katanya.
Untuk mencegah stunting, seorang ibu perlu mendapatkan gizi yang cukup selama masa kehamilan dan menyusui. Namun, agar seorang wanita hamil bisa mendapatkan cukup gizi, hal itu memerlukan intervensi sebelum kehamilan, yaitu selama masa remaja. Hal itu karena dampak dari gizi buruk sudah dimulai sejak pembuahan.
Dimana stunting dimulai dari prakonsepsi, ketika seorang remaja putri yang kemudian menjadi ibu, kekurangan gizi dan mengalami anemia. Karena itu, penting untuk melakukan pencegahan stunting sejak masa remaja.
Bisa dengan cara-caranya pertama Menerapkan Pola Makan Bergizi Seimbang Agar bisa mencegah stunting, penting bagi remaja putri untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Konsumsilah berbagai macam makanan sehat, mulai dari makanan sumber nabati (sayuran, buah-buahan, dan makanan pokok), makanan sumber hewani (susu, telur, ikan, daging), dan makanan sehat lainnya.
Kedua yakni Cegah Anemia dimana untuk mencegah anemia, remaja putri dianjurkan untuk mengonsumsi tablet penambah darah sebanyak 1 tablet per minggu. Anemia juga bisa dihindari dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung nutrisi penting untuk produksi darah. Misalnya seperti daging merah, sayuran berdaun hijau (bayam, kangkung), jeroan, kacang-kacangan dan polong-polongan. Sementara yang ketiga Berolahraga secara rutin juga penting untuk membangun tubuh yang sehat dan kuat demi melahirkan anak yang sehat. Berolahragalah minimal 30 menit setiap hari. (Adv)










