Aceh  

Polisi Kawal Ribuan umat Islam Aceh shalat Idul Adha di lapangan Blang Padang

Polisi Kawal Ribuan umat Islam Aceh shalat Idul Adha di lapangan Blang Padang

Banda Aceh  – Personel Polresta Banda Aceh diterjunkan untuk memberikan rasa aman kepada umat islam yang melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Rekor Jemaah Shalat Idul Adha di Blang Padang, Kota Banda Aceh, pada tanggal 29 Juni 2023 yang bertepatan dengan 10 Zulhijjah 1444 Hijriah, begitu memukau.

Shalat Idul Adha, dipimpin oleh Tgk Muzakir AR sebagai imam utama, sedangkan Tgk Abdul Manaf Daud bertindak sebagai naib imam.

Khotbah Idul Adha kali ini disampaikan oleh Ridwan Nurdin, seorang dosen di Uin Ar-Raniry yang diangkat sebagai khatib.

Hal ini dikatakan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kabag Ops Kompol Yusuf Hariadi.

Pengamanan yang dilakukan sesuai dengan tupoksi masing – masing personel, mulai dari Satlantas hingga ke Intelijen, tambahnya.

Dalam khotbahnya, Ridwan Nurdin mengisahkan kisah inspiratif tentang Nabi Ismail. Ia memulai ceritanya dengan sejarah ketika Nabi Ismail masih bayi, di mana ibunya, Siti Hajar, ditinggalkan di suatu lembah yang sekarang dikenal sebagai Mekkah.

Siti Hajar berjuang mencari air karena kehabisan persediaan, sehingga ia berlari bolak-balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Dalam keadaan yang putus asa, Siti Hajar menerima pertolongan dari Allah melalui malaikat Jibril. Air zam-zam mengalir dari hentakan kaki Nabi Ismail, memberikan kesegaran dan kehidupan di tengah padang pasir yang tandus.

Kisah ini menjadi bukti bahwa Allah selalu menyediakan jalan keluar bagi hamba-Nya yang taat dan penuh kesabaran.

Selanjutnya, khatib juga mengupas sejarah awal kurban. Nabi Ibrahim, ayah Nabi Ismail, mendapatkan mimpi yang menginstruksikan dia untuk menyembelih anaknya yang saat itu telah remaja, yaitu Nabi Ismail.

Dengan kekuatan iman dan ketulusan hati, Nabi Ismail mengizinkan ayahnya untuk menjalankan perintah Allah penyembelihan. Namun, dengan rahmat dan kehendak-Nya, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba surgawi sebagai pengganti kurban.

Dari kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran penting untuk menjadi pribadi yang ikhlas dan sabar.

Mengikuti keteladanan Nabi Ismail yang dengan tulus menerima takdirnya, kita diajak untuk menggenggam kekuatan iman dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.

Semangat kurban yang penuh pengorbanan dan kesetiaan kepada Allah menjadi teladan bagi umat Muslim.

Melalui Shalat Idul Adha yang meriah ini, jemaah di Blang Padang telah disadarkan akan pentingnya memperkuat iman dan menjaga nilai-nilai kesabaran serta keikhlasan dalam menjalani kehidupan.

Semoga semangat kurban ini terus menginspirasi kita semua untuk menjadi pribadi yang ikhlas, sabar, dan taat kepada Allah SWT.[]

NiagaHoster