Aceh  

Pj Bupati Aceh Besar Ikuti Zoom Meeting dengan Mendagri

Pj Bupati Aceh Besar Ikuti Zoom Meeting dengan Mendagri

* Dukung Gerakan Pangan Murah se-Indonesia

oketrend.id.com, Kota Jantho – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Aceh Besar Muhammmad Iswanto S.STP, MM yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Besar M Ali S.Sos, M.Si bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, pejabat BPS, dan OPD terkait, mengikuti zoom meeting terkait dengan koordinasi pengendalian inflasi daerah dengan Menteri Dalam Negeri Prof Muhammad Tito Karnavian di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Aceh Besar, Selasa (6/6/2023).

Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian meminta para kepala daerah se-Indonesia untuk melanjutkan berbagai program pengendalian inflasi daerah, termasuk upaya membantu masyarakat dalam menyambut tibanya Hari Raya Idul Adha 1444 H. Langkah-langkah yang dapat ditempuh antara lain, melaksanakan dan mendukung Gerakan Pangan Murah (GPM), menjaga keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi dan transportasi, kestabilan harga pangan, dan ketersediaan bahan pangan kepada masyarakat.

Mendagri Tito juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong dan mendukung para Penjabat Kepala Daerah di Indonesia melakukan berbagai inovasi dan program pembangunan yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk Gerakan Pangan Murah untuk membantu perekonomian dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, Dr I Gusti Ketut Astawa SSos MM mengungkapkan, menyambut Hari Raya Idul Adha ini, Badan Pangan Nasional akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di 34 provinsi dan 256 kabupaten/kota.

“Kegiatan ini diprioritaskan pada 90 kabupaten/kota barometer inflasi di 34 provinsi se-Indonesia dan melibatkan BUMN Pangan (Bulog dan ID Food), BUMD Pangan, Bank Indonesia, OPD terkait, distributor, petani/peternak/Gapoktan, dan pelaku usaha pangan lainnya,” jelas I Gusti Ketut Astawa.

Diterangkan I Gusti, pihak Badan Pangan Nasional juga menjalin kerjasama dengan pengurus TP-PKK. Salah satu program unggulan yaitu pengembangan Rumah Pangan B2SA di seluruh Indonesia mendukung penanganan stunting. Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi, peningkatan ketahanan pangan dan gizi yang akan mendukung ketersediaan dan stabilisasi pasokan serta harga pangan, kerawanan pangan dan gizi, pengembangan pangan lokal, pengembangan dan pembinaan sumberdaya manusia melalui edukasi, sosialisasi dan kampanye pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Pada Rakor Pengendalian Inflasi Daerah itu, juga ditekankan tentang penting Program Stop Boros Pangan dan urgensi pengurangan Food Loss and Waste (FLW). Selama ini, katanya, secara global 1,3 milyar ton makanan terbuang setiap tahun.

Angka tersebut setara dengan 1/3 pangan yang diproduksi untuk dikonsumsi penduduk di dunia. Untuk itu, diminta agar setiap Kepala Daerah di Indonesia bertanggung jawab terhadap pangan di wilayah masing-masing, serta perlu identifikasi aksi antisipasi ketersediaan pangan dalam kondisi ekstrim dampak el nino atau kemarau panjang. Kolaborasi dan koordinasi lintas sektor dan stakeholder serta Pemerintah Daerah perlu terus ditingkatkan dalam menghadapi potensi krisis pangan ini.(*/*)


Di Baca : 4

NiagaHoster