oketrend.id, Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,4 menghantam Kolombia Senin (10/8/2026) pagi. Guncangan kuat itu merusak ribuan bangunan, beberapa di antaranya sampai ambruk.
Dilansir dari ABC News, Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella menyatakan kejadian ini merupakan bencana nasional. Gempa dahsyat itu dilaporkan terjadi di sejumlah kota.
Pusat gempa berada 5 kilometer di sebelah timur San José del Palmar, Kolombia, menurut Survei Geologi AS.
De La Espriella menyatakan lebih dari 1.600 bangunan hancur dan rusak akibat gempa. Setidaknya ada 61 bangunan yang runtuh total. Puluhan pusat kesehatan, pusat komunitas, dan jalan juga mengalami kerusakan.
Gempa ini menelan korban setidaknya 132 orang tewas dan 572 terluka, menurut De La Espriella.
Beberapa daerah yang mengalami dampak paling parah adalah kota Pereira dan Cali. Setidaknya 20 bangunan runtuh dan menjebak sejumlah orang di dalamnya di Cali, menurut walikota.
Lalu, sebuah rumah sakit di kota itu pun mengalami kerusakan parah. Salah satu sayapnya sebagian runtuh, kata gubernur setempat.
Di samping itu, tujuh bandara telah menangguhkan layanannya. Bandara itu ada di kota Armenia, Cali, Manizales, Pereira, Quibdo, Buenaventura, dan Cartago.
Dikutip dari NBC News, Otoritas penerbangan sipil Kolombia menyatakan bahwa bandara-bandara tersebut tedampak gempa bumi, bahkan ada yang mengalami pemadaman listrik
Penerbangan di bandara-bandara itu pun ditangguhkan sambil menunggu penilaian kerusakan struktural pada fasilitas bandara.
Di sisi lain, seorang influencer José Gallegos sempat berada di dalam bandara Pereira saat gempa bumi terjadi. Dalam video yang diunggahnya ke media sosial, Gallegos tampak bersembunyi di bawah meja. Ia menunjukkan bandara dipenuhi kepulan debu berhamburan ke udara dan sebagian plafon runtuh.
“Semuanya hancur dalam sekejap,” kata Gallegos.
Gallegos mengaku melihat dinding-dinding runtuh. Dinding itu menjebak orang-orang di bawahnya.
“Pada saat itu, saya pikir saya akan mati,” katanya.(Muh/*)








