Warga Venezuela Tuntut Lebih Banyak Tahanan Politik Dibebaskan Usai Maduro Ditangkap

Warga Venezuela menunggu pembebasan tahanan politik yang dipenjara atas perintah Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (10/1/2026).FOTO/REUTERS

oketrend.id, Caracas – Warga  Venezuela menuntut lebih banyak tahanan politik dibebaskan dari penjara atas perintah Presiden Nicolas Maduro .

Maduro saat ini masih ditahan di New York.
Presiden sementara Delcy Rodriguez mulai membebaskan tahanan politik yang dipenjara di bawah perintah Maduro. Dia mengatakan sejumlah besar tahanan akan dibebaskan sebagai simbol perdamaian yang diklaim AS sebagai jasanya.

Rodriguez mengatakan Venezuela akan mengambil “jalur diplomatik” dengan AS, sementara Presiden Donald Trump mengklaim bahwa AS “bertanggung jawab” atas negara itu.

“Saya harap, itu akan mengingat betapa beruntungnya mereka karena AS datang dan melakukan apa yang harus dilakukan,” ujar Trump di platform Truth Social miliknya pada Sabtu (10/1/2026) malam seperti dilansir dari AFP.

Hingga Sabtu malam, sebanyak 21 orang telah dibebaskan termasuk beberapa tokoh oposisi terkemuka.

Seorang petugas polisi yang ditahan dan dituduh berkhianat terhadap kematian warga Venezuela juga dibebaskan. Aliansi oposisi Venezuela Primero Justice menilai rezim Rodriguez harus bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Para tahanan keluarga yang cemas berkemah di luar penjara, menantikan jaminan tahanan politik yang telah dijanjikan dibebaskan.

Mereka mengadakan aksi menyalakan lilin di luar penjaga El Rodeo, timur Caracas, kemudian di El Helicode, sebuah penjara terkenal yang dikelola dinas intelijen.

Maduro dan istrinya ditangkap dalam penggerebekan pada 3 Januari 2026 yang dimulai dengan serangan udara di seluruh Caracas. Mereka dibawa ke New York City oleh pasukan AS untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.

Pada hari Sabtu (10/1/2026), sebuah video dirilis partai Maduro yang berisi bahwa Maduro “baik-baik saja”.(Muh/*)

NiagaHoster