Minimnya Papan Peringatan Dilarang Merokok di Lingkungan Mahasiswa, Kesehatan Generasi Muda Terancam

Suasana kampus yang tidak terdapat papan Peringatan Dilarang Merokok di sekitarannya, di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (11/11/2024) Sore. FOTO/TAMAM

oketrend.id, Banda Aceh – Kurangnya papan peringatan dilarang merokok di lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menjadi sorotan. Kondisi ini diduga menjadi salah satu alasan meningkatnya kebebasan mahasiswa untuk merokok di area kampus, termasuk di tempat-tempat yang seharusnya steril dari asap rokok. Situasi ini mengundang kekhawatiran berbagai pihak terkait dampaknya terhadap kesehatan mahasiswa lain yang tidak merokok.

 

Faiz, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Syiah Kuala, mengungkapkan keresahannya terhadap minimnya papan larangan merokok di kampusnya. “Di fakultas saya sendiri, minimnya papan larangan merokok membuat mahasiswa merasa bebas merokok di perkarangan kampus,” ujar Faiz, Senin (11/11/2024).

 

Keberadaan papan larangan merokok dinilai penting sebagai pengingat bagi seluruh warga kampus, termasuk mahasiswa, pegawai, dan masyarakat sekitar, untuk menghormati aturan agar lingkungan kampus tetap bebas dari asap rokok. Namun, tanpa papan peringatan yang memadai, banyak mahasiswa merasa tidak ada batasan untuk merokok di area publik kampus seperti taman, kantin, dan koridor.

“Jujur, saya merasa terganggu. Namun, ini sudah menjadi kebiasaan di kalangan mahasiswa perokok, jadi sulit dihilangkan,” tambah Faiz.

 

Tidak hanya mengganggu kenyamanan, asap rokok juga dapat membahayakan kesehatan mahasiswa lain yang tidak merokok. Selain itu, permasalahan sampah puntung rokok juga menambah beban lingkungan kampus. Puntung yang sering dibuang sembarangan di sekitar kampus mencemari lingkungan dan merusak estetika area publik. Jika tidak ditangani, hal ini dapat berdampak pada kebersihan dan keindahan kampus.

 

Menurut beberapa mahasiswa, kehadiran papan larangan merokok bukan hanya simbol aturan, tetapi juga bentuk komitmen kampus untuk menjaga kesehatan, disiplin, dan kenyamanan bersama. Dengan adanya papan tersebut, diharapkan warga kampus lebih patuh terhadap aturan demi terciptanya lingkungan yang kondusif dan mendukung gaya hidup sehat.

 

“Lingkungan kampus yang bebas dari asap rokok bisa menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat bagi seluruh mahasiswa,” ujar seorang mahasiswa lainnya yang berharap adanya perubahan di lingkungan kampus.(Tamamdan Abel)

 

NiagaHoster