Aceh, News  

Lintasi Jalur Awe Geutah Bisa Berjam-jam, Jangan Lupa Bawa Bekal

Macet antrean panjang kendaraan bermotor roda empat di kawasan Gampong (Desa) Krueng Beukah, Peusangan Selatan, jalur alternatif untuk menuju melintasi Jembatan Bailey, Gampong Awe Geutah, Bireuen, Rabu (24/12/2025). Foto : Sudirman Mansyur.

oketrend.id, Bireuen – Warga yang hendak berpergian dari dan ke Banda Aceh – Wilayah Timur (Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang melintasi Jembatan Bailey Awe Geutah, Bireuen dapat menyiapkan bekal makanan dan minuman.

“Warga atau penumpang harus bawa perbekalan makanan dan air mineral yang cukup bila berpergian ke arah Lhokseumawe, karena harus melintasi jembatan Awe Geutah yang terjadi macet antrian panjang yang berjam-jam,” ujar Win seorang supir angkutan umum jenis Hiace yang harus antrian macet untuk melintasi Jembatan Awe Geutah, Rabu (24/12)2025).

Win menyebutkan, macet panjang bisa terjadi dua hingga empat jam di jalur ini karena antrian untuk melintasi jembatan Awe Geutah.

Katanya, penumpang perlu bawa atau menyiapkan bekal makanan dan minuman, karena sepanjang jalur yang dilewati tentu tidak ada kedai atau warung, apalagi kalau macet di kawasan tidak ada rumah penduduk, tidak ada orang jualan makanan dan minuman.

Pariwisata Aceh

“Mudah-mudahan kita tidak lama antre dan tidak sampai lebih dua jam melintasi jalur ini,” ujar Win kepada penumpang.

Jembatan Bailey yang menghubungkan Gampong (Desa) Awe Geutah Paya, Peusangan Siblah Krueng dengan Desa Teupin Reudeup, Peusangan Selatan, Bireuen, sudah bisa dilalui sejak 18 Desember lalu, setelah diperbaiki akibat rusak diterjang banjir bandang.

Jembatan Bailey tersebut menjadi jalur alternatif darat ke kawasan Timur Aceh, dari dan ke Banda Aceh – Aceh Tamiang, setelah jembatan Kuta Blang ruas jalan lintas Sumatera putus dihantam banjir bandang, 26 November 2025.

Ruas jalan itu yang hanya bisa dilalui kendaraan roda empat satu arah, sehingga dilakukan sistim buka – tutup untuk melintasi jembatan Bailey tersebut.

Kendaraan bermotor roda empat dan truk mulai giliran melintasi jembatan Bailey di Gampong Awe Geutah, Peusangan Selatan, Bireuen. Foto : Sudirman Mansyur.

Kendaraan bermotor roda empat dan roda dari arah Banda Aceh mulai memasuki jalur alternatif tersebut di Simpang Matang, Matang Glumpang Dua.

Dua hingga Empat Jam

Di kawasan jalur tersebut kenderan mulai jalan perlahan dan antri macet. Kondisi itu bisa sampai dua hingga empat jam. Begitu juga kenderaaan dari arah Aceh Timur mulai masuk jalur itu di kawasan Gandapura, Lhokseumawe.

Jalur alternatif dari dan ke Simpang Matang – Gandapura itu hanya berjarak sekitar 26 kilo meter, kini menjadi jalur padat lalulintas kenderaaan. Namun dengan kondisi antre dan macet, waktu tempuh bisa mencapai dua jam. “Lebih kurang dua jam juga kita lewati jalur ini,” ujar supir Hiace, Win.

“Kami, Senin (22/12) malam, dari Langsa ke Banda Aceh, masuk jalur yang melintasi jembatan Bailey ada sekitar empat jam sampai ke simpang di Matang Glumpang Dua, Bireuen,” ujar Yusmiati warga Langsa yang mengaku ke Banda Aceh untuk keperluan berobat.

Sementara itu, seorang penumpang angkutan umum yang menumpangi mobil Hiace, Susilawati menyebutkan, menjadi ramai dan padat jalur ini oleh lalulintas kendaraan bermotor, yang sebelumnya mungkin tidak seperti ini.

Diterjang Banjir Bandang

Sepanjang jalur alternatif ini menyusuri ruas jalan beraspal di perkampungan pemukiman dan perkebunan penduduk.

Di jalur itu juga ada sejumlah kawasan bekas diterjang banjir bandang, terlihat banyak gundukan tanah di pinggir ruas jalan, pemukiman penduduk dan rumah yang tertimbun tanah – sebelumnya lumpur yang kini mengering – hampir mencapai atap.

Seperti di kawasan Desa Krueng Beukah, Peusangan Selatan, Bireuen banyak gundukan tanah, pemukiman dan rumah penduduk tertimbun tanah.

Hampir sepanjang ruas jalan juga berdebu, sehingga warga yang mengendarai sepeda motor memakai masker. Bagi warga yang melintasi jalur itu juga lupa bawa dan pakai masker. (Sudirman Mansyur).

NiagaHoster