News, Tekno  

Petani Milenial Asal Aceh, Siap Serap Ilmu Pertanian Modern di Taiwan

Teuku MUSRIAN peserta magang taiwan dari provinsi Aceh, di Balai Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BPMKP) Ciawi, Bogor, Selasa (4/11/2025). FOTO/ DOK MPA

oketrend.id, Bogor – Semangat muda dan kecintaan pada pertanian menjadi bekal kuat bagi Teuku Musrian, petani milenial asal Aceh yang terpilih mengikuti Program Magang Petani Muda ke Taiwan Batch 7 Tahun 2025. Musrian, penerima Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) Kementerian Pertanian, juga aktif sebagai pengurus Aceh Agri, komunitas yang fokus mengembangkan inovasi pertanian di Aceh.

Sebelum berangkat ke Taiwan, Teuku Musrian bersama peserta lain mengikuti Pelatihan Pemantapan Magang di Balai Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BPMKP) Ciawi, Bogor, pada 22 Oktober hingga 4 November 2025.

Mereka mendapatkan 143 jam pelajaran yang mencakup materi Bahasa Taiwan (daily conversation), Regulasi dan Budaya Taiwan, Komitmen Magang Luar Negeri, Perilaku Pertanian, hingga Pengembangan Usahatani Pasca Magang (Business Plan), serta pembekalan fisik, mental, dan motivasi berprestasi.

Setelah pelatihan, peserta akan ditempatkan di beberapa lokasi magang strategis di Taiwan, yaitu agroeduwisata, peternakan, dan hortikultura. Penempatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung tentang praktik pertanian modern, manajemen usaha tani, dan teknologi canggih yang dapat diterapkan di Indonesia.

Teuku Musrian bersama peserta Pelatihan Pemantapan Magang ke Tawan foto bersama di Balai Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BPMKP) Ciawi, Bogor, Selasa (4/11/2025).
FOTO/ DOK MPA

Bagi Teuku Musrian, kesempatan ini merupakan momen penting untuk belajar dan membawa perubahan.

“Saya ingin menyerap ilmu pertanian modern dari Taiwan, terutama dalam hal efisiensi dan teknologi. Sepulangnya nanti, saya ingin mengembangkan konsep pertanian yang lebih produktif di Aceh bersama rekan-rekan Aceh Agri,” ujarnya penuh semangat.

Pernyataan resmi disampaikan oleh Susan Twisawati Indiani, SE, MM, Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BPMKP Ciawi, yang mewakili pihak lembaga.

“Kami berharap peserta dapat menjadi duta petani muda Indonesia, membawa ilmu, inovasi, dan pengalaman dari Taiwan. Program ini bukan sekadar magang, tapi investasi jangka panjang untuk mencetak petani muda profesional berdaya saing global,” ujar Susan.

Program Magang Petani Muda ke Taiwan merupakan inisiatif Kementerian Pertanian untuk mencetak generasi petani milenial berkarakter global yang mampu mengembangkan agribisnis berkelanjutan dan memanfaatkan teknologi pertanian modern.

Dengan tekad dan semangatnya, Teuku Musrian menjadi simbol kebangkitan petani muda Aceh, siap membawa pertanian Indonesia ke panggung dunia melalui inovasi dan dedikasi nyata.(MTis)

NiagaHoster